Tuesday, May 17, 2011

Liputan#2 GRAND OPENING RESEARCH, Jiwa ber-PKM pun terasah

,

Kondisi sistem keilmiahan mahasiswa di Undip masih jauh dari target. Jangankan dengan IPB, UGM, ataupun ITS, dibandingkan dengan universitas tetangga (baca: UNES) pun masih terpaut perbedaan yang cukup signifikan, Undip masih belum bisa mengimbangi. Berita dari rektorat, tahun kemaren saja Undip mengirimkan sekitar 200 proposal ke Dikti, dan yang mendapatkan dana sekitar 96. Sedangkan Unes mengirimkan sekitar 1000 proposal. Angka yang terapaut cukup jauh. Melihat kondisi yang seperti ini, Forum Studi Teknik membuat Grand Opening Research (GORE) untuk menumbuhkan iklim riset di Universitas Diponegoro, khususnya mahasiswa Fakultas Teknik.
Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu wadah yang disediakan Dikti dalam membangun minat riset mahasiswa, bagaimana mahasiswa dapat memberikan gagasan baru yang realistis dan dapat bermanfaat untuk masyarakat. PKM juga merupakan cerminan diri, untuk mengukur kadar diri, sampai di level mana kita berada. Selain itu, PKM juga merupakan salah satu ajang untuk meningkatkan prestasi dan prestige universitas. Karena PKM merupakan kompetisi tingkat nasional yang nantinya akan berujung pada PIMNAS, dimana universitas se-Indonesia akan berkumpul mengompetisikan karya yang diajukan.
GORE yang diadakan di aula Teknik Sipil Undip, 14-15 Mei 2011 kemaren menghadirkan pembicara kompeten dalam mengenalkan, memunculkan ide hingga membangkitkan semangat ber karya ilmiah. Diharapkan melalui acara ini, mahasiswa Fakultas Teknik dapat bermimpi dan memulai usaha dalam menginvestigasi untuk memberikan gagasan baru. Serta turut membantu mewujudkan gerakan 1000 proposal Program Kreatifitas Mahasiswa Undip.
Read more →

Monday, May 16, 2011

A C C

,

Sewaktu saya muda dulu [ospek], istilah ACC mulai sering saya dengar. Dari mulai senior yang notabene harus kita dapatkan tanda tangannya, tapi sebelumnya harus mendapatkan tulisan ACC dari temannya dulu, dan lain lain, ya ACC, cuma tulisan ACC aja, saya juga bisa nulis. Sayang, gak semua orang bisa nulis ACC, hanya orang-orang tertentu. Dan, besar harapan suatu saat ini saya juga bisa menulis rangakaian huruf tersebut buat praktikan nanti [assistant wanna be ;p]

ACC ini semakin berharga ketika saya mulai memasuki dunia praktikum, gak akan bisa lanjut ke modul berikutnya kalo tulisan ACC itu belum ada di kertas. Perjuangan untuk mendapat ACC pun tidak mudah, need much effort, guys. Pernah juga, negrjain laporan sampe berbulan-bulan [ketawan ga niat ngerjainnya], udah ACC ga dapet, endingnya cuma dapet nilai D, kadang kerja keras tidak berbuah manis. Tapi yasudalah, saya coba memegang prinsip dosen PPC saya untuk mata kuliah ‘D’ itu: tidak perlu diambil pusing, ngulang taun depan masih bisa, malah ilmunya makin nambah. Sebuah pernyataan yang menyenangkan hati, bukan?

Kadang, ACC juga berarti lain. Teman saya, baru asistensi pertama sudah minta ACC, gak mungkin bisa, terlalu hebat buat praktikum yang satu itu kalo asistensi pertama sudah benar semua. Tapi sang asisten berkata lain, dengan berbaik hati menuliskan ACC di kolom pertama lembar asistensi, tapi dengan jarak yang agak jauh setiap hurufnya. ACC: Ah Calah Cemua.
Read more →

Thursday, May 12, 2011

Melengkapi Tangan dan Kaki Dengan "Cinta"

,

“orang-orang yang memiliki fisik biasa seringkali ingin dianggap luar biasa. Namun, orang-orang yang memiliki fisik luar biasa hanya ingin dianggap biasa.” (Prof. Dr. Soeharo, pendiri kantor saya saat ini)

Sebelumnya saya kasih clue dulu kenapa akhirnya saya bisa buat tulisan ini. Saya bekerja di sebuah intitusi negara yang (katanya) sangat sosial. Tempat kerja saya bukan gedung mewah yang menjulang tinggi dan berada di tengah ibukota tercinta. tempat kerja saya hanyalah bangunan yang terletak dilahan seluas 5 ha (kalo gak salah, soalnya gak pernah saya ukur juga sih), hanya bertingkat 2 dan berada sangat “dekat” dengan Monas, sekitar 1 jengkal jika diukur di peta. Ya, tempat kerja saya adalah sebuah balai rehabilitasi bagi orang-orang dengan fisik luar biasa. Ngerti kan?Gausahlah saya jelasin lagi.hehehe.. Disinilah orang-orang dengan fisik luar biasa itu dilatih untuk memiliki ketrampilan kerja untuk bekal hidup mereka selanjutnya. Ada yang dilatih menjahit (bahkan saya yang punya jari lengkap aja kalo jait baju yang bolong dikit jeleknya minta ampun hasil jahitan saya), membordir, membuat handycraft, fotografi (saya sering jadi korban candid cameranya mereka loh), reparasi motor, membuat furniture bahkan membuat alat bantu untuk mereka sendiri. FYI, mereka usia produktif loh, 17 sampe 35 tahun.

Waktu awal-awal saya kerja, bawaannya sedih melulu dan saya merasa kasihan pada siswa-siswa saya (siswa adalah sebutan bagi orang-orang yang direhabilitasi disini). Karena setiap hari saya harus berinteraksi dengan orang-orang luar biasa itu. Tapi berkat mereka, saya jadi lebih tau artinya bersyukur. Saya sangat berterimakasih kepada Tuhan karena masih mengizinkan saya menggunakan tubuh ini dengan komposisi yang lengkap tidak kurang apapun dan tanpa alat bantu. Tapi seiring berjalannya waktu saya tidak lagi merasa sedih ataupun kasihan terhadap mereka, tapi saya bangga dan salut. Dengan fisik yang tidak sempurna, mereka tidak menyerah dan memanfaatkan "keluarbiasaan" mereka untuk mengemis dijalan. Tidak sama sekali. Mereka belajar, berlatih dan siap untuk mandiri setelah lulus dari balai rehabilitasi ini.

Kalo lagi keliling kantor, saya suka merasa lucu, karena sering kali melihat siswa dan siswi saya yang mojok berduaan. Lucu ya kalo liat orang pacaran..(ngiri sih sebetulnya.hehehe)..

Tapi bukan itu point saya..

Hari ini ketika saya sedang mengerjakan sesuatu dengan salah seorang pekerja sosial di bagian saya, ada sepasang perempuan dan laki-laki masuk ke ruangan saya. Yang perempuan menggunakan rok panjang dan berjalan agak pincang dan si lelaki menggunakan kemeja lengan panjang dengan lengan kiri dimasukkan ke celana (tau kan maksud saya?). Seperti biasa, dengan keramahan yang amat sangat yang saya punya (narsisdotcom), saya menyambut mereka dan mempersilahkan mereka untuk masuk dan tentunya duduk. Mereka memberikan beberapa undangan pernikahan untuk dibagikan ke beberapa staf di bagian saya. Ketika saya tanya siapa mereka, ternyata mereka adalah alumni balai rehabilitasi tempat saya bekerja yang lulus pada tahun 2009. Wah, ternyata mereka cinlok. Biasa aja sih. Tetapi ketika saya lihat kebawah, kearah kaki si perempuan tentunya, saya langsung takjub.Subhanallah, Tuhan itu adil. Menciptakan hitam dan putih, siang dan malam, baik dan buruk. Ketika mereka menikah nanti, tangan lelaki yang hanya tinggal sebelah kanannya saja akan dilengkapi oleh kedua tangan cantik calon istrinya itu. Dan kaki kiri si perempuan tersebut pun akan dilengkapi oleh kedua kaki yang kuat dari calon suaminya itu. 

Menurut si perempuan, banyak yang menyangsikan hubungan mereka karena keterbatasan fisik yang mereka punya. But who knows, jodoh bukan ditangan tukang sayur. Tanggal 18 Mei 2011 ini mereka akan menikah dan akan menetap di Kalimantan setelah menikah.

Ini sebuah pelajaran berharga untuk saya. Bahwa cinta itu gak hanya soal fisik yang sempurna. Berkaca dari pasangan tersebut, menerima pasangan tidak hanya dari apa yang ia miliki tetapi juga menerima apa yang tidak ia miliki.  Pengertian dan rasa saling menerima itulah yang membuat cinta menjadi sempurna.

Ini hanyalah sepenggal kisah dari kehidupan-kehidupan di tempat saya mengais rejeki.

I dedicated this story to Mba Nana dan Mas Basman (The Couple) you are really insipire me..and Fredy Edrian.

Surakarta, 11 Mei 2011


liat dari judulnya aja udah bikin saya ineterest. tulisan ini memberikan saya pelajaran untuk mensyukuri hidup lebih dan lebih. tidak memandang orang lain sebelah mata, dan belajar menghargai pasangan kita apapun kondisinya, belajar untuk melengkapi satu sama lain, kekurangannya kita jadikan sebagai kelebihan.  ya, makasi mikania miranti, my sister..
Read more →

Friday, May 6, 2011

Sinta's Life Story

,

Once upon a time, there lived a husband and a wife. They lived with two sons. They lonely because there was no any daughter lived with them. The family hoped they could have one daughter so their live would be happier. They prayed to God to give them a daughter.

And God answered their prayers. The wife was pregnant. The couple and sons were very happy. Nine months later, the cute little baby was born. Like what they wanted, the baby was a baby girl. They named her Sinta Irawati. Sinta means helper. Someday, they hope Sinta will be useful to other people.

Sinta grew up as a good kid, kind, cute, beautiful, fat, curly, and chubby. She spent her child in Bekasi, West Java. Her family always took care her, they love sinta very much. That’s why sinta never studied in far region of their home. Sinta started her education at Islamic Kindergarten of Harapan Jaya, only 200 meters from her home. Everyday, her nanny or her mom always accompanied her. Mom never permitted Sinta to came home alone, so sinta had to wait someone to picked her up. Then, sinta continued her elementary school at Public Elementary School of Harapan Jaya IX, it’s only 50 meters from her home. Sinta was not really clever, just like usual student. She got rank only 3 times in six year. 7th rank, 9th rank, 11th rank.

She continued her study at Public Junior High School of 25 Bekasi. And it’s only 200 meters from her house again. Sinta really enjoyed her school. She was a coordinator of Youth Red Cross, she loved it vey much, and she spent her weekend with it. Better than her elementary school, Sinta always got top six rank in her class.

Graduated from Junior High School, sinta wanted to continue at Public High School, whatever the school. But her mom really wanted her to be a student in top public high school at Bekasi. Sinta knew her capacity,impossible to her got into that school. Finally, sinta entered a private school: Islamic High School of PB Soedirman 2 Bekasi. It was first time to her got far distance school, needed half hour by motorcycle. First time, she didn’t like it very much. But, after a along time, she got it. Got the real friends, teacher, everything. She couldn’t get that feel like that if she didnt enter that school. Sinta was naughty, she always came late, so her teacher punished her to run away or walk-squat aroud the yard almost everyday. Her school grades decrease when she was in second grade and when she had a crush on her senior.

Sinta’s dream was become an engineer. But, at first year after she had graduated. Sinta got Agricultural faculty Unpad. No body like that and neither did she the lecture because it was full of plant, pest, bad adour laboratorium, et cetera. but beside that, sinta like the environmental, she liked Jatinangor, the view, friends, and of course IAAS,international agriculture organization.

With full of effort, finally, after a along time, sinta got industrial engineering undip, both sinta and her family were very happy. Now, sinta have to reach her next dream. Goes To Europe! :)
Read more →

Leaflet Momentum #1

,
karya pertama momentum pers club :





Read more →

Keuntungan Jadi Asisten Lab

,
Menjadi seorang mahasiswa merupakan sebuah kesempatan, suatu keberuntungan karena tidak semua orang bisa menjadi mahasiswa. Terbukti bahwa berdasarkan fakta, hanya segelintir persen dari keseluruhan maskyarakat Indonesia yang notabene merupakan negara dengan penduduk terbesar ke-4  di dunia yang mengenyam pendidikan kuliah. Karena itulah, kesempatan yang tidak semua orang dapatkan harus dimanfaatkan dengan menjadi mahasiswa yang berkualitas. Ada banyak jalan menuju arah tersebut. Salah satunya dengan menjadi asisten. Sebuah petuah yang pernah saya baca dan menjadi motivasi saya, yaitu lucky is one of important thing that should be search. Kesempatan itu keberuntungan dan keberuntungan harus di cari. Dan sekarang kesempatan menjadi asisten. Ya asisten, kesemapatan itu datang sedang datang. Menjadi asisten merupakan suatu kebanggaan, kepuasan diri. Setelah ditinjau lebih dalam, ada banyak keuntungan yang akan didapat dan inilah yang menjadi dasar, mengapa saya ingin menjadi asisten, terutama asisten Laboratorium PSKE.

·         Ilmu yang mendalam dan spesifik
       Tentu saja, karena asisten dituntut untuk menyampaikan ilmu kepada praktikan atau rekannya. oleh sebab itu, asisten harus lebih dulu mempersiapkan segalasesuatu yang sesuai dengan bidangnya. Ilmu yang mendalam ini yang akan menjadi modal utama asisten.

·         Soft skill terasah
Menjadi asisten, menyampaikan ilmu kepada orang lain, berarti secara tidak langsung melatih untuk berinteraksi dengan orang lain, melatih merangkai kata-kata agar orang lain memahami apa yang kita katakan, ini sama saja melatih kemampuan public speaking. Selain itu, menjadi asisten juga akan melatih leadership, karena di dalam lab kita diajari untuk bekerja secara tim. Terakhir, self confidence akan timbul sendirinya, karena terbiasa untuk berbicara dan bekerja tim. Kesemuanya akan menjadi bekal kita di dunia kerja nantinya.

·         Waktu kuliah lebih bermanfaat
Walaupun jam bermain menjadi berkurang dan waktu lebih banyak dihabiskan di kampus, akan menjadikan menjadikan sisa-sisa waktu kuliah yang ada akan jauh lebih bermanfaat dan patut disyukuri, karena feed back positif yang akan didapatkan akan jauh lebih banyak.

·         Interaksi lebih banyak dengan dosen
Interaksi dengan dosen akan terjalin lebih banyak, terutama untuk dosen yang mata kuliahnya ada lab tersebut. Berinteraksi berarti akan menambah pengetahuan juga, karena tentunya opportunity untuk sering bertukar pikiran, sharing, berdiskusi menjadi terbuka lebar.

·         Networking
Channel dari asisten yang sudah lulus pastinya akan membantu kita mencari informasi seputar dunia luar kampus (baca: dunia kerja). Tidak hanya itu, pergaulan pun akan semakin bertambah, mulai dari teman-teman baru di lab, atau pun lab lain yang beda universitas.

·         Bermanfaat bagi orang lain
Membagi-bagikan ilmu berlebih yang kita punya merupakan sesuatu yang menyenangkan, selain menambah pahala, siapa tau yang kita berikan ilmunya akan mendoakan kita J
Read more →

Sunday, April 24, 2011

Liputan #1 : Green Heroes “Heal and Return Our Earth Soul”

,



Puncak rangakaian kegiatan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan dalam rangka memperingati hari bumi berakhir dengan diadakannya Talk Show Green Heroes “Heal and Return Our Earth Soul”. Acara ini menghadirkan beberapa pahlawan yang turut serta aktif berkontribusi dalam penyelamatan ligkungan. Sebelum acara inti dimulai, dihadirkan narasumber dari Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, Aktifis Greenpeace, dan akademisi Bapak Eka Bagus, selaku dosen Undip yang banyak menjelaskan mengenai AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan),



menurut sumber, tingkat laju deforestasi Indonesia adalah 1,8 juta hektar per tahun atau sekitar enam lapangan sepak bola hilang setiap semenitnya. Kejadian seperti ini mencatatkan Indonesia ke dalam rekor dunia (Guinness World Records) pada tahun 2008, sebagai negara dengan tingkat kehancuran hutan tercepat di dunia, menakjubkan, dan merupakan prestasi yang amat disayangkan. Selain itu, mewabahnya ulat bulu yang sering kita dengar akhir-akhir ini merupakan salah satu contoh keseimbangan ekosistem kita telah terganggu.

Aktifis Greenpeace mengatakan bahwa untuk mencegah dan meniadakan global warming yang perlu dilakukan adalah menghilangkan satu spesies (baca: manusia). Ya, mustahil memang, karena menghilangkan satu spesies ini berarti kehidupan dunia habis sudah. Jadi, untuk menghindari efek global warming sangatlah tidak mungkin, global warming pasti terjadi, yang bisa dilakukan hanyalah memeperlambat.

Untuk memperlambat efek global warming, manusia-manusia yang peduli dengan lingkungan sangatlah diharapkan, dalam acara Gren Heroes ini, HMTL Undip menampilkan tiga pejuang yang aktif dalam penyelamatan lingkungan hidup.


Sumber foto: kesemat.blogspot.com

Pertama, Bapak Sururi, pejuang mangrove Mangunharjo. Bapak usia 52 tahun ini, mulai menanam mangrove pada tahun 1999 ketika kerusakan tambak dan mangrove milik petani banyak terjadi kerusakan. Hingga saat ini, Bapak Sururi sudah menanam lebih dari 1.700.000 mangrove melalui gerakan Ayo Tanam Mangrove (ATM) yang digalakkannya. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari menanam mangrove, diantaranya menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi (abrasi), peredam gelombang dan badai, penahan lumpur, pengendali banjir, memelihara kualitas air, penyerap CO2 dan penghasil O2 serta mengurangi resiko terhadap bahaya tsunami.




Kedua, Bapak Bambang Suwerda, beliau pernah tampil di Kick Andy. Sejak acara dimulai hingga akhir, beliau mengenakan tas ransel daur ulang ulang yang terbuat dari bungkus mie yang sudah tidak terpakai, terlihat sederhana tapi kreatif dan bermakna. Bapak Bambang merupakan pencetus berdirinya bank sampah yang akhirnya mengantarkan beliau mendapat pengahargaan Kick Andy Heroes dengan kategori lingkungan. Bank Sampah ini dimulai di sekitar warga Jogjakarta. Warga yang ingin menabung di bank sampah dibuatkan nomor rekening dan buku tabungan untuk memudahkan pengadministrasian. Cara menabung di bank sampah yaitu dengan langsungmenabung melalui RT masing-masing. Warga langsung datang ke Bank Sampah dan menabungkan sampahnya di bank. Kemudian teller melabelkan dan mencatat sampah yang masuk dan dimasukkan ke dalam loker bank sampah. Setelah menabung, warga diberikan uang sesuai dengan sampah yang ditabungnya dan nanti penabung akan diberikan surat tanda terima menabung. Uang tersebut nantinya dapat diambil setiap 3 bulan agar uang yang diperoleh dapat terasa.
Manfaat yang dapat diambil dar bank sampah ini, selain menyelamatkan lingkungan, juga menanamkan nilai edukasi bagi anak, karena di dalam buku tabungan, yang tertera adalah nama anak, anak-anak merupakan aset penyelamat lingkungan selanjutnya di masa depan.


Pejuang terakhir, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Dini Hajarrahman, pendiri generasi “Hidup Idealis Tanpa Merusak Bumi”. Mahasiswi multitallent ini menunjukkan kecitaannya pada lingkungan dimulai dari hal-hal kecil yang zero waste, mulai dari membawa tempat minum sendiri tanpa harus selalu membeli botol minum, tidak menggunakan degradable plastic, dini membawa tas kecil seperti plastik namun berbahan kain yang dapat dilipat kecil, dan selalu bimbingan skripsi dengan menggunakan kertas bekas. Dini Hajarrahman juga akan menggalakkan program harga kertas bekas bagi fotokopi di sektar Tembalang.

Dari green heroes, kita dapat melihat bahwa mereka menjadikan Go Green sebagai Life style, mulai dari hal-hal kecil dan mulai dari diri sendiri untuk memerlambat efek global warming yang sudah mulai terasa saat ini. Hidup Go Green!
[sinta]


sumber: BEM FT Undip
Read more →

Tuesday, March 29, 2011

Episode lepas pare : KUNJUNGAN LUAR BIASA!

,

Walaupun sebelumnya saya yang memaksa mereka semua untuk mengunjungi saya ke semarang, dan pada akhirnya juga saya yang berberat hati mengatakan dengan halus untuk tidak ke semarang karna saya terbentur dengan praktikum statistika industri beserta jurnalnya dan event recruitment IOP, BOS IAAS LC Undip. Namun mereka semua tetep kekeh untuk datang.
Siapa mereka?
Empat onggok manusia dari pedalaman, jauh-jauh dari dalam negeri mengunungi saya [saya dan aeni] yang lagi di luar negeri.


25 maret 2011
saya pastikan mulai hari itu hingga mereka pulang saya tidak akan menjadi amoeba. Sore hari, teman IAAS saya nge-sms heboh! Saya mulai panik dalam taraf biasa, tapi malam harinya, teman saya itu datang ke kos untuk berkeluh kesah, saya hampir menitikkan air mata sapi, sedih, konsep acara yang udah dibuat harus dirombak ulang, persiapan serasa masih nihil. Saya kayak orang gila. Saya minta Aeni untuk membeli perlengkapan yang dibutuhin, saya mencari peralatan lain [cemilan, aqua dus, aqua botol, galon beserta pompanya, piring, dan digital camera]. Kereta datang pukul 8pm seingat saya waktu itu, but, luckily, jadinya dateng jam 9pm. Saya mencari seonggok mausia baik hati untuk mengantarkan saya: Arinal Muna dan aeni saya tinggal untuk menjaga kosan saya.
Jam 9 deng, saya sampe di stasiun poncol, tanpa berlama-lama, dengan mudahnya saya langsung bertemu pram, ade, ka fredy, semuanya kucel, dumel, dan gondrong-gondrong.

ketibaan pertama mereka di tembalang, terutama ka fredy, diawali dengan kejatuhan atap warung, miris! kepalanya berdarah, dan saya selamat *terimakasih*
dilanjutkan dengan makan di mas pur ke-3 sebelum lelaki tersebut bermalam di kos ibnu. sangat-sangat terlihat kelaperan, buas.

kembali ke kos, mereka berbincang-bincang dengan Ibnu, aeni sudah tidur, saya belajar buat pretes, tidak biasanya.


26 Maret 2011
 hari itu hari terpanjang dan menyenangkan. mulai dari pagi makan bubur ayam di totem, mengantarkan saya membawa perlengkapan iaas ke gsg, saya lolos pre tes, jurnal berhasil cepat walaupun ternyata banyak salah. dan yang paling menyenangkan : CYCLING, ini adalah ajang bagi saya untuk menguruskan badan, kalo ade bilang supaya kebaya buat nikahan kakak saya muat dipake. aargh!
jurnal beress, saya nyusul mereka ke banjarsari buat nyewa sepeda gunung [no more sepeda ontel] yang bukan main mahalnya. di pare, sebulan bisa 50ribu, di banjarsari 3 jam cycling 12ribu.

di tembalang, jalan yang lurus lempeng itu ga ada, semuanya naik turun ga jelas, tapi ini tanntangannya. dari banjarsari, ke kampus undip, masuk ke Teknik Industri [bukan Ternak Industri ya  de, walaupun banyak sapi yang hang out disini]. move ke widya puraya, temennya si pram [sandi] yang udah kerja di semarang nyusul kesana, kenalan saya bertambah.
lanjut lagi, kita, rame-rame naik sepeda [kecuali sandi yang naik motor] jemput teh mika di patung kuda, ya! dari banjarsari ke TI ke WP ke Polines ke Patung Kuda. semuanya naik sepeda, paha saya kecil, betis saya berkonde.


*underconstruction*
Read more →