Saya belajar bersyukur
dari kaum disibilitas, terutama mereka yang punya semangat melampaui
orang-orang dengan kesempurnaan fisik. Sabtu (11/5) kemaren saya bersama
seorang teman berkunjung ke Sahabat Mata.
Sebuah komunitas yang dimotori seorang tunanetra, yang sudah sejak lama
menderita kebutaan, Pak Basuki namanya. Pak Basuki sendiri mengalami kebutaan
di tahun 2004 karena ablasio retina yaitu
lepasnya saraf retina dan memang sejak dulu minus di mata Pak Basuki sudah
besar, hingga minus 11. Di masa-masa kegelapannya itu, beliau merasa sangat
terpuruk dan hanya suara-suara yang menemani, terutama radio. Berawal dari histori inilah, akhirnya Pak Basuki mendirikan sebuah stasiun radio SAMA FM dengan
frekuensi yang hanya dapat dijangkau se-kecamatan Mijen [107.4 MHz],
announcer-nya juga seorang tunanetra. Namun, selain ketenarannya akan radio, apa saja yang dilakukan Pak Basuki
sehingga ia terlihat semakin waw, bahkan pernah masuk di Kick Andy?
Beberapa yang beliau
ingat adalah membuat Al Quran braille dan melakukan pelatihan ke teman-teman
tuna netra lainnya, melakukan pelatihan audio-editting, melakukan pengecekan
mata ke anak-anak sekolah dasar, membuat drama khusus tuna netra dalam rangka
penggalangan dana kacamata gratis, dan menjadi event organizer di seminar
nasionar “meretas keterbatasan” sekaligus lomba debat tuna netra. Ketika saya
bercerita saya pernah kuliah di pertanian, beliau sanga excited dan
menceritakan bahwa ia ingin sekali menggagas pertanian untuk tunanetra
[agropreneur], pertanian berbasis hidroponik. Tidak hanya mengadakan pelatihan
pertanian saja, tapi juga ada pasar yang siap menerima agar pelatihannya tidak
sia-sia. Semoga saja bisa terlaksana dalam waktu dekat.
Disini Pak Basuki
mencoba membaur dan membangun kesetaraan dengan masyarakat. Kalimat beliau yang
masih terngiang di telinga saya adalah “Tuna netra diterima di
masyarakat mungkin karena ketunanetraannya. Tapi itu tidak akan bertahan,
karena lama-lama masyarakat akan bosan. Harus menjadi manfaat untuk bisa
diterima.”
Adakah tergerak
melihat ini semua sebagai peluang untuk beramal sholeh?! :)