Showing posts with label P A R E. Show all posts
Showing posts with label P A R E. Show all posts

Friday, June 3, 2011

Serba-Serbi Pare, Kampung Inggris

,

Akhirnya, setelah berbulan-bulan meninggalkan Pare, saya  baru bisa menuliskan jejak peninggalan saya di blog ini. Dan berhubung banyak yang menanyakan kepada saya tentang “apa itu Pare? Bagaimana wujudnya? Pahit?” saya akan menjelaskan sekilas tentang Pare, walaupun di sana saya hanya sebulan, tapi pengetahuan saya lumayan lah kalo di tanya dikit-dikit ;p, link-linik bagus seputar pare nanti saya kasih juga.




Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui sebelum anda terbang ke kampung inggris itu.
Pertama, pastikan tujuan anda! Mau focus program di grammar, speaking, pronunciation and expression, TOEFL, IELTS, atau semuanya?
Kedua, pastikan anda memilih lembaga kursus yang tepat. Karna di Pare bukan hanya ada satu lembaga kursus, tapi ada ratusan lemabga kursus bahasa Inggris.
Ketiga, pastikan tempat dimana anda akan tinggal, mau yang pure “kosan” atau kosan dengan embel-embel lain, seperti full English dan menyediakan program didalamnya.
Keempat, pastikan anda tahu transportasi yang dibutuhkan.
Kelima, the most important thing, pastikan uang anda cukup untuk hidup.

Untuk point pertama dan kedua. Semua program di Pare di mulai tanggal 10 dan 25 setiap bulannya, jadi perhitungkan waktu kedatangan, jangan terlalu mepet. Dan umumnya tanggal 10 lebih rame daripada tanggal 25, apalagi di saat liburan panjang. Dan untuk masalah placement, kita menentukan sendiri berada di level mana baiknya. Jadi jangan sampai salah level.
Setiap tempat kursus umumnya memiliki spesialisasi masing-masing, jadi tentukan focus anda, lalu pastikan tempat tempat kursus yang dituju.

Spesialisasi Grammar. Based on my experience dan cerita teman-teman saya, Elfast, Logico, Mahesa, Kreshna, BEC jagonya. Saya sendiri lulusan Elfast ngambil basic program 1 periode 25. Teacher nya friendly banget, ada Mr. Fuddin, Mr. Ahsan, Ms Iis, Mr. Faiz, Mr Abdul, Ms. Silvi, Mr. Dave, Ms. Anggit [perlu diketahui bahwa Mr Dave dan Ms Anggi sudah menikah, mereka dipertemukan di Pare] dan sang dewa pemilik Eflast: Mr Andre. Dari elfast juga saya dapet kenalan temen-temen baru yang jadi temen deket saya. Di program yang saya ambil, sehari tiga kali pertemuan @ 1,5 jam, dan hampir setiap hari dikasih tugas, ga banyak ko. Pas ujian, mantab! Tiga kali ujiannya: multiple choice [dari 75 soal, minimal salah 25], writing [bikin cerita berdasarkan tenses yang ditentukan, harus bener semua, gak peduli salah huruf], terakhir ujian modal [harus bener semua dan ujian langsung di depan pemilik Elfast]

Spesialisasi TOEFL, IELTS, Translation, Writing. Kalo ngomongin grammar banyak jagonya, tapi kalo ngomongin TOEFL, IELTS, Translation, Writing, Elfast tetep jagonya, pokonya dewa segala dewa [kalo menurut saya]. Oya, kelas IELTS baru di buka berapa bulan yang lalu, jadi masih anget. Banyak cerita orang-orang yang pas dating ke Pare Toefl nya masih biasa-biasa aja atau bahkan di  bawah standard, sekarang udah gede-gede. Begitu juga sama IELTS, Translation, atau writing. Tempat lain juga ada yang bagus, kaya Mahesa lagi, atau Kreshna lagi, atau BEC lagi.

Spesialisasi Speaking. Temen-temen saya recommend: Daffodils, disana, anda dipaksa buat ngomong bahasa Inggris, kerjaannya presentasi terus atau debat. Ga peduli grammar kaya gimana, yang penting berani ngomong. Di speaking juga ada beberapa tingkatan. selain itu ada juga Webster. Di tempat saya speaking [balik lagi ke Elfast], ada confidence class, speaking grammar, dynamic speaking, macem-macem, tinggal pilih sesuai keinginan. Kalo saya milih confidence speaking, sekedar buat cuap-cuap, yang penting confidence terasah. Untuk ujian akhir, biasanya disuruh presentasi, lalu tanya-jawab. 

Spesialisasi Pronunciation and Expression. Buat yang ini, Marvelous dewanya. Ajaran yang dipake American Style. Konon katanya, teachernya berpengalaman lima tahun di Amerika. Selain Marvelous, ada lagi Awareness, dan Webster.

Untuk point ke tiga: Tempat tinggal. Ada dua kategori tempat tinggal di Pare. Pertama Pure kosan, kedua kosan yang full English dan dikasi program-program lain. [kosan biasa disebut camp]. Kalo yang camp full English, pastinya setiap hari kita harus make bahasa Inggris. Kadang, beberapa camp juga, mulai dari subuh udah bikin acara, entah itu shalat berjamaah terus dilanjutin program subuh seperti menghapal, listening, dan lain lain]. Dan setelah magrib juga ada program lagi biasanya.
Kalo cari yang bukan English area banyak, dimana-mana. Yang English area juga banyak si, kaya Logico, Elfast, Zeal, Access [fb], Marvelous, Awareness, Access, dan lain-lain. Tempat saya berpijak waktu itu Logico, logico itu khusus buat perempuan. Dan logico juga masih di bawah naungan Elfast. Di Logico, setiap hari, subuh dan magrib selalu ada program. Dan setiap malem minggu selalu keatangan bule Amerika: Mr. Alex. Bukan sembarang bule, Mr Alex itu bule cerdas, pernah kerja di Petrolium, master degree pula. Tapi sekarang menetap di Indonesia.

Point ke empat: Transportasi. Menyusul.

Tapi kalo masalah transportasi untuk program, hang out, yah pokonya berkeliling-keliling Pare bisa menggunakan sepeda, becak atau odong-odong, jangan kaget, saya bener-bener make odong-odong pas ke Gumul.




Point ke lima: Money.
Biaya kursus di setiap tempat berbeda, tapi mungkin tidak terlalu signifikan. Saya ambil contoh tempat saya saja.
Untuk Grammar, per bulan atau level di Eflast itu sekitar Rp 130.000,00
Untuk speaking, per dua minggu atau level itu sekitar Rp 70.000,00
Untuk TOEFL, IELTS, Writing, Translation, Pronunciation and Expression saya belum tahu, menyusul yaa..
Biaya makan cukup murah jika dibandingkan dengan Jakarta, Bandung, Semarang. Pecel sekitar 2.500, bakso 3.000, mi ayam 3.000, ayam 5.000, nasi+lauk+sayur 2.500.
Tempat Tinggal. Camp biasa per bulannya sekitar 100.000. Camp English Area sekitar 200.000
Sewa Sepeda rata-rata 50.000/bulan. Atau kalo mau beli biasanya 300.000/sepeda


***
Masalah ATM, tenang, semua lengkap, tapi perlu dijangkau dengan transportasi [sepeda].
Masalah empat rekreasi? ada Gumul, Goa Srowono, Candi Surowono, Gunung Kelud, kadang anak-anak Pare juga ke Museum Soekarno di Blitar, Pulau Sempu, Malang, surabaya.



***
happy holiday..

Read more →

Saturday, March 5, 2011

episode lepas pare : LOUDSPEAKER

,
Saya bukan mau menceritakan apa itu pengertian loudspeaker, kegunaannya, ataupun sejarahnya. Tapi saya akan menceritakan kisah saya tadi malem mengenai loudspeaker, menyedihkan!


Singkat saja, sudah dari beberapa hari yang lalu saya berencana menelpon teman lama saya nan jauh disana [baca: Pare], hanya sekedar untuk bertegur sapa dan menanyakan bagaimana kabar Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B yang masih menetap. Tapi hal itu berujung kesengsaraan buat saya, kesalahan dari seonggok manusia, sebut saja namanya ADHE. 
 Jelas sekali bahwa saya murni 100 % korban kebodohan adhe. Malam itu, diawali dengan keceriaan, ketawaan, dan lain sebagainya. Teman-teman Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B melanjutkan karir sebagai student Basic Program 2 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas Privatnya Mr. Fuddin. Hanya sembilan orang, rame, dan ada satu anak baru bernama silvi [yang di bawa iqbal] dari Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas A. Sinusitis Ka Fredy kambuh. Iin harus tetap melanjutkan kedokteran walaupun dia sudah punya kelas di Farmasi. Ka Siska dan Danil pindah dari BP 2 ke kelas privat. Mr Fuddin semakin ganteng. Dan Pare semakin sepi.

Berlanjut ke LOUDSEAKER

Entah, hampir satu jam mungkin saya bercuap-cuap dengan suara cempreng dan nyaring, bukan Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B lagi yang saya bicarakan, tapi sudah berujung ke hal-hal pribadi, masa lalu. Suddenly, saya mendengar ‘tenang, disini masih ada dua cowo berkualitas ko.’ Apa-apaan ini? Suara makhluk apa itu? Bagaimana sambungan udara bisa menghasilkan suara lain selain suara saya dan adhe, teknologi macam apa lagi yang diciptakan. Saya langsung speechless. Adhe bilang ‘lho ta, handphone aku kan kalo nelpon harus loudspeaker, kamu udah tau kan? Udah lama ko, dari jaman kita ke Blitar juga udah gini.’

[suara halilintar]

Semakin speechless
Mencoba untuk berkata-kata lagi, ingin rasanya mengeluarkan semua kata yang berasal dari teman-teman adhe di kebun binatang, tapi saya tahan.

Saya mulai protes ‘3%&$(7#$fkj52GH9+!@#$%^&*())*(rd^**’$UG$UG455%^’

Adhe cuma minta maaf berkali-kali, tapi ah, sudahlah, untung kami [saya dan pendengar figuran] tidak saling kenal. Setelah itu, adhe pindah tempat ke kamar mandi dan lanjut ke tangga, yang pasti menjauh dari dua onggok manusia tadi. Mulai sekarang saya harus berhati-hati jika berbicara dengan adhe, memastikan komunikasi kita akan berjalan lancar, dan adhe juga berjanji lain kali dia akan meminjam handphone orang lain saat kita telepon-teleponan lagi.

*TerimakasihAdheTelahMembuatSayaBenar-BenarMalu*
Read more →

Thursday, March 3, 2011

episode 3 pare : G U M U L

,
G U M U L : [saya kira bangunan e u r o p e]


Saya berharap si odong-odong bunyi ‘ nnuutt nnuuuttttt jrug jrug jrug jrug nnutt nnuttt’, sayangnya engga. Odong-odong lain yang pernah saya liat ada bunyinya.

Berhari-hari sebelumnya dan berkali-kali juga ade n pram bilang kalo gumul itu cuma bangunan biasa, dari jauh aja bagus. Tapi, ah, bodo amat yang penting harus kesana. Bangunannya eropa banget, megah, mewah, kuno. Dan karna saya berkali-kali minta dengan nada memaksa maunya pergi sama Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B. Yang saya tau, ade, pram, teh mika, ka fredi udah lebih dari sekali kesana, mungkin itung-itung amal buat saya yang sudah menjelang akhir-akhir kepulangan :)

Masih inget, rabu, 25 maret 2011. Paginya saya exam presentation di confidence class, dilanjutin kelas grammar, selesainya, kita ngumpul di depan elfast, foto-foto n berunding, gak peduli saat itu juga di waktu yang sama saya ada kelas speaking lagi buat nonton aeni presentasi. Tapi yang harus saya tau dan saya pastikan adalah: Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B harus ke gumul, setelah fix, baru saya masuk kelas [puas].
Ujan gede, cucian basah, mati lampu, odong-odong udah di pesen sama ade, laper, janjian ketemuan di al amin jam 5.30 pm, lewat dari itu ditinggal. Masih ngebujuk ka siska buat ikut, pendiriannya teguh, beliau lebih memilih belajar buat dua presentasi di daffodils daripada hura-hura sama Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B.

b e r a n g k a t [lalalalaaa..]

senangnyaaa, cita-cita ke eropa di mulai dari perjalanan ke gumul dulu. Dan sesuai rencana awal, sebelum sampe ke gumul, kita harus solat magrib [alhamdulillah] dan makan dulu. Ada dua kloter makan, kloter pertama makan sate [saya, aeni, teh mika, ka fredi, teh dara, danil, bang syaf], kloter ke dua makan nasi goreng [pram, ade, iik, rara, misy, iin, iqbal]. Saya ikut kloter sate, karena dari kemaren juga udah bilang mau makan sate. Saya dan teh mika cukup makan Sate ayam. Ka dara, danil, bang syaf makan sate kelinci, yang paling dahsyat ka fredi, sate kuda [ga kebayang nyembelehnya gimana]. Kloter nasi goreng? Saya gak tau apa kabar mereka saat itu.
Perjalanan dilanjutkan, suddenly ‘tekkk!!’, adduuhh, pada saat itu, di odong-odong, bersebelahan dengan makhluk abstrak, there’s something happened with me [sensor]. Luckily, Sampe gumul saya langsung ke mr john dan bayar Rp 500,00, dalam sekejap masalah saya selesai.

So, G U M U L, this is it!



Dari jauh: ‘wawwww, mantap, gila, eropa!’
Foto-foto dulu
Semakin mendekat: ‘eropa boo!’
Jepret jeprett
Dekat dekat dan dekat: ‘ooh, cuma tembok’ [dudududuu]
Foto lagi..


Lagi..


Dan lagi..

Perjalanan berangkat hampir dua jam, di gumul cuma setengah jam, dan perjalanan pulang satu jam. Yap, lama di jalan. Niat awalnya setelah pulang mau main-main dulu sama Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B. Tapi tiba-tiba ‘uuwwwwweekkk’, aeni muntah, mabok odong-odong lebih tepatnya. The end. Terimakasih aeni, berkat kamu, saya langsung pulang ke camp T.T
Read more →

Wednesday, March 2, 2011

episode 2 pare : PASUKAN BP 1

,
Harus disebut apa perkumpulan bp 1 ini ya. Laskar BP 1? Geng hura-hura? Ranger? Geng sepeda? Yah, apa lah itu, ga usah dipikirin. Sebut saja Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B, panjang? Biarin..

Dari list yang saya punya, total ada 25 orang dari berbagai suku, bangsa, agama, dan ras. Dari yang kalem sampe heboh, muda sampe tua, umur tua tapi kelakuan bayi, tapi yang dewasa kayanya belum ada hehe.


Karna saya yang nulis, biarlah saya yang berperan jadi pemeran utama.
1. Sinta irawati, 18 tahun , maaf, 20 tahun, bekasi.


Gak cuma kelas grammar aja yang saya ikutin, ada speaking 1 di awareness di dua minggu pertama n confidence speaking di dua minggu terakhir. Tapi yang paling berasa ya di kelas grammar ini. Baru mulai deket sama Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B sekitar di minggu ke dua. Ngefans sama mr fuddin [maaf aeni]. Sering ijin ketemu Mr. John buat pipis. Duduk hampir selalu di depan, menguasai meja, atau gelendotan n nyempil-nyempil di orang :))

2. Pramana nugraha, 1988, sukabumi.


Gak nyangka, kirain mah anak smp, taunya sarjana [ammppuunn praamm]. Posisi duduk gak pernah berubah, selalu di pojok depan pintu. Punya cerita mengenaskan pas sidang, terancam gak sarjana karena telodor bikin curriculum vitae yang di copy-paste dari temennya, huhh. Sekeluarga isinya cowo semua, kecuali mamanya. Pernah bilang, katanya yang paling wise itu anak tengah, ya dia anak ke dua dari enam bersaudara [pede]. Kalo ngomong pake bahasa sunda sampe di sms pun partikel-partikel sunda nya masih ada. Oya, sempet keram ‘pantat’ pas berenang, hahaaa, baru denger saya. Kalo kemana-mana, hampir selalu bawa royco [royalti iklan] buat di campur ke makanan yang hambar [walopun menurut saya udah asin]. Terakhir, he did nice action for me, nganter ke stasiun n gave me his necklace. Thank you for all you’ve done, pram cantik.

3. Nurul mukharam alias adhe, dari bandung pindah ke garut.
>

Ah, anak ini sulit diceritakan, abstrak! Lihat saja fotonya. Sejenis sama Pram dalam hal royco, kampus, dan ranjang. Selalu sama Pram [tapi saya percaya mereka normal, piss yaa]. Adhe [minta ditambah huruf ‘h’] anak terakhir. Cerita cintanya mengenaskan. Expressive bangeett. Paling suka kalo dia cerita ada tambahan ‘lalalalalaaa...’. perutnya buncit. Cuma adhe yang bisa bikin saya ketawa sampe mau pipis. Pernah ngegambar saya di kertas binder, saya simpen buat kenang-kenangan, walopun, ehem: ‘bagus’ [ironi]. Pas ujian writing, pertama kalinya saya ngeliat adhe serius, stres, tekanan batin, orang-orang yang ditanya gak ngasi solusi, sampe akhirnya ridwan dateng ngebantuin, di fonis lulus sama mr andre, dan byuurrr, he cried, terharu. Sedangkan saya, harus ikut ujian lagi T.T .

4. Mikania miranti, bekasi.


Mantan kurus. Sekarang, use silicon at her whole body, terutama di bagian pipi [ampuun teh]. Tempat saya bersandar pas di kelas. Hampir empat taun menjalin hubungan dengan Fredi erdian. Sudah mencicipi berbagai macam tempat les : ILP, IEC, LIA, dll, tapi pasti yang paling enak di pare karna ketemu saya ;p. Sempet satu almamater di unpad. Pernah nyoba ngerokok waktu putus, satu isapan langsung ngos-ngosan [rokok yang dibeli: djarum black]. Ga akan bertahan lama di pare, karna akan segera menjadi wanita karir, ciyee. Good luck teteh, you’re great. Kalo nikah, undang Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B ya teh. Terang-terangan nge fans sama mr fian [emang manis si], tapi beliau terang-terangan depan mr fian, dua kali bilang: ganteng.

5. Fredy erdian, muka batak, asal jakarta.


Sempet protes karna saya pernah nulis nama beliau pake ‘i’: fredi. Temen segelendotan saya di teh mika. Lelaki beruntung katanya, punya pacar gemuk dan cerewet. Kata teh mika juga, beruntung suka nemu duit di jalan. Dan endingnya saya tau kalo dia memang lucky boy: selalu dapet urutan yang tinggi di kelas kalo dikasi tugas atau ujian, tebakannya jitu. Rokoknya kuat banget. Ga bisa bangun pagi, n prefer buat nyari program paling pagi jam 8.30 am. Tukang bikin pelem di unpad. Mantan pecinta alam. Suka makan biawak, uler, terakhir saya liat makan kuda. Kaki saya pernah di tarik sampe kolong meja, balesannya, saya cabut bulu kakinya, hahaa.

6. Nur Aeni, 19 tahun, boyolali.


Saya paling males nyeritain anak kecil ini. Okelah, seperjuangan dari awal berangkat ke pare, tapi endingnya dia pulang duluan. Rajin euy belajarnya, kalo saya lagi main, dia belajar di camp. Kalo ujian presentasi di kelas speaking, pastii yang dijelasin ‘adenya’ yang lagi belajar sepeda n nyungsep di sawah hehe. Yang perlu diketahui adalah dia satu universitas, fakultas, jurusan, dan kelas di teknik industri undip, dan pernah juga satu kosan. Masalah financial kita sama-sama gak bagus, alhasil, kita harus sering gali lubang tutup lubang. Kalo lagi nyari makan berdua, nyarinya yang cukup dengan harga Rp 2.500, gizi terpenuhi dan kenyang: sigma depan access atau pecel.

7. Dhara amrullah, bandung.


Teteh arab, selain keturunan arab, beliau juga jebolan pendidikan bahasa arab upi. Satu camp sama saya, tapi kalo berangkat ke elfast gak pernah bareng kayanya, selalu saya tinggalin. Jualan sendal, tapi gak pernah promosiin sendalnya sekalipun kecuali di kelas speaking 1 awareness, hehe. Berencana tiga bulan di pare, mau benerin speaking n pronunciation di marvelous. Yang saya tau juga, ternyata kita sama, sama-sama menghindari program camp hari selasa malem sama mr abdul kemenyek, karna harus siap ditunjuk buat speak up di depan. Belajarnya juga rajin, sampe menyengajakan diri membeli buku latian grammar [pasti belinya di mahesa].

8. Siska oktariana, lampung


Sering banget homesick. Wedding party kakaknya terpaksa diundur karena beliau berencana empat bulan di pare. Lulus dari keguruan ekonomi unila dan sempet ngajar anak-anak smp. Diantara yang deket sama saya, ka siska paling jarang ikutan ngumpul. Waktu ke blitar gak ikut karna mau ngerjain homework n nyalin catetan [ngiikk], pas ke gumul ga ikut karna besoknya ada dua presentasi speaking di daffodils, sayang banget ka, enak padahal, hehe. Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B secara terhormat menjadikannya sebagai ibu negara, berdampingan dengan daniel, sang guru agama. Just joke, karena mereka berdua sudah punya ‘cem cem’an di kampung halaman masing-masing ^^

9. om Danil, madura.


The president. Mestinya dia ketua KPU, tapi entah kenapa semuanya jadi pada milih dia buat jadi ketua kelas. Logat maduranya kentel banget. Mukanya kaya om om, makanya rara manggil dia ‘om’, tapi sebenernya menurut saya, muka beliau ini antara kebapak-an dan baby face, ah, susah digambarkan. Karena dirasa elfast terlalu cepat dalam memberikan materi, daniel akan membuka satu tempat kursus lagi di pare: ELSLOW. Mr andre, ati-ati kesaing.

10. Iqbal, jakarta.


Sang tutor. Entah bener atau gak, saya gak pernah konfirmasi kebenarannya. Tapi emang anak ini pronunciation [baca : prÓ™,nΔnsleÅ¿n. sambil bibirnya monyong2] nya keren banget. Keterbatasan pronunciation saya pun suka di cela, hiks. Katanya saya harus ikut kelas pronunciation, padahal justru kelas itu yang paling saya hindarin, cape, pegel, mulutnya harus monyong2, dan aus. Mantan kursus di salah satu tempat kursus ternama di indonesia, yang ngajar native, but he said ‘nothing! Pare tetep yang paling bagus.’

11. Ignasia mujiman alias iin, kendari.


Angkatan 2010, tapi baru tahun ini berencana melanjutkan kuliah, di apa namanya, aduh berat, iya itu: kedokteran. Heboh. Teringat pas iin ikut ujian modal, how lucky she is, sendirian, ditinggal mr andre, sms ade n pram, lulus, hehe. Pokoknya anak ini heboh, match sama ade ;p

12. Misy. Padang


Anak kecil. Polos. Saking polosnya, kadang sampe hal-hal yang gak perlu di tanya sampe ditanya juga. Pas mr fuddin ngasi soal latian, missy nanya ‘boleh gak ter kalo gak dikerjain?’ dan pertanyaan aneh lainnya. Kalo gak salah pernah denger, bocah ini pengen keluar dari FE unand n nyoba ugm atau nyari scholarship ke jerman. Aminn kalo begitu. Kosannya tepat pesis di depan elfast, tinggal ngesok aja kalo ada kelas hehe.

13. Farid mawardi. Madura.
Dia bisa ko ngebedain warna ijo n biru, uppps! Pinter. Cerdas. Rame. Tapi gak bertahan lama barengan Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B, di hampir minggu ke dua, farid harus dan wajib pulang, orang tuanya kecelakaan, korban tabrak lari dan harus di operasi, sedih dengernya.

14. Melky satria. Riau.


Gak Cuma sekelas di kelas grammar aja, tapi di confidence class juga. Kayanya mah, melky lebih suka kelas speakingnya daripada kelas grammar, aktif. Di confidence, pernah jadi tukul pas lagi wawancara angelina sondah [ratih gumalda], hahaa, menghayati banget: mirip. Akhir-akhir menjelang perpisahan Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B, melky jarang masuk kelas, humm.

15. kholili. Surabaya


Si cholili ini di jodoh-jodohin sama ami, hehe. Beli baju baru tulisannya ‘pare’, pas dipake langsung diceng-cengin. Pas ke blitar juga diem-diem beli baju baru lagi, tasnya diumpetin, walopun udah dikejar-kejar, ditarik-tarik sampe saya gigit, tetep aja ga mau ngaku, heu. Kata ade yang di beli baju batik, entah buat siapa, ciyeee.

16. Tika


Mestinya dia gak di BP1, udah khatam, pinter banget anak ini, pinter akut. Seminggu lebih gak ikut kelas karna ke tempat neneknya di surabaya, kirain mah bakalan ketinggalan materi, tapi teteeup aja nilainya bagus. Ujian writing gagal gara-gara kurang huruf ‘t’, ya ‘just’ ditulis ‘jus’, mengenaskan saudara-saudara. Sering jadi korektor kerjaan saya juga hehe. Dan ternyata, dia tutor grammar di kresna, pantas.

17. Rara


sarjana hukum brawijaya. Satu kamar sama missy. Deket sama iik, tapi bukan cinlok ya. Gak terlalu banyak ngomong, kalem, beda lah sama saya pokonya :))

18. Hikmatullah alias iik, Banten.



Seperguruan basa sunda sama ade, pram, kang fredi. Barengannya rara kalo kita lagi jalan sama Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B.

19. Syafriadi, sumatera barat.



Kalem. Diam seribu bahasa. Cool. Sering banget saya liat beliau make baju tulisan ‘i love padang’, that’s why saya tau dia orang padang tanpa harus nanya-nanya dia dari mana.

20. Egie, jangkung.


Tinggi. Jangkung. Saya cuma se-dada-nya doang haha. Yah, saya kurang tau banyak mengenai orang berparas tinggi dan kurus ini, beliau jarang masuk kelas, entah kenapa. Tapi pas jalan-jalan ke blitar dia ikut ko.

21. Listio budi alias tio


Saya juga kurang paham mengenai sosok tio. Sepertinya dia periang. Saya sering ngeliat tio ketaw-ketiwi hahahihi.

22. Wahyu S. N, surabaya

Masih muda. Baru lulus smk, mau kerja. Sempet seminggu gak masuk kelas juga karna harus pulang ke tanah airnya di surabaya buat tes kerja. Pernah fotokopi catetan saya [haha, bangga].

23. Ardi, Nusa Tenggara Barat

Pinter. Aktif. Dia juga jarang ikkut acara rame-ramean di luar kelas.

Yap, that’s it. Yang pasti, semua yang pernah ada dan terjadi di pare berkesan buat saya. Masih Berhari-hari setelah pulang ke semarang-pun, saya merasa jiwa saya masih disana. Gombal. Biarin!

Read more →

Sunday, February 27, 2011

episode 1 pare: THE LAST DAY

,
-->
Dari mana ya mulai ceritanya?
Dari setelah saya menyelesaikan pengalaman ini saja. Well, this is the end of my last adventure, harus tetep narsis walaupun baru sampe :))

Untuk kesekian kalinya balik ke semarang naik pesawat brantas. Brantas? Pesawat? Ya ya, anggap saja pesawat, dari bandara kediri jam 1 siang [yang ada di pikiran saya sekarang: schedule selalu menggunakan simple present. Dan teringat betapa manisnya mr fuddin pas ngejelasin, maaf aeni ;p]

Mundur 1 episode, sehari sebelumnya aeni, temen seperjuangan yang akhirnya tidak seperjuangan lagi telah mendahului saya dan teman-teman saya, dalam segala hal, baik ujian dan kepulangan. Satu-satunya student Basic Program 1  Elfast periode 25 Januari 2011 kelas B yang lulus di hari pertama ujian, great job sister. Mestinya saya pulang sama dia. tapi apa daya, jangan harap lulus di tahap 1, kalo ga belajar, ya itu saya! Dan aeni, yang memang sudah niat dari awal pulang hari jumat sore, belajar mati-matian pas saya lagi main di belakang pare holic sama Pram, Ade, Teh Mika, Ka Fredy, n Ridwan.
Sore itu, setelah ujian writing 2 [akhirnya lulus], saya maksa buat ikut ujian depan Mr Andre, berharap keajaiban datang dan bUuzZz: langsung lulus, conditional sentence tipe 2, gak mungkinn!! Pram n Ade juga jadi terpaksa nemenin [maap ya akang-akang sekalian]. Ade langsung di fonis Mr Andre: ‘ade, coba lagi hari senin yaa, kamu harus belajar dulu’, pram salah 8, saya salah 6, tapi saya ujian hari sabtu gapapa hihiiii..
Abis difonis sang pemilik Elfast gak lulus dan menjelang kepulangannya, aeni langsung bilang ‘ta, nanti malem kamu gak boleh main, belajar yang bener! Pokoknya kamu jangan tidur, beneran belajar! Dari tadi kamu ga belajar ya? Ngapain?’
Ah, aeni, tidak bisa menikmati hari-hari terakhirnya, saya prefer main daripada belajar, heu. Niat udah di tangan, kata-kata aeni terus terngiang-ngiang [masa gw kalah sama aeni, nanti malem gw harus belajar, ga ada main-mainan]
Mengantar kepergiaan aeni ke al amin, ada pram lagi, ade lagi, teh mika lagi, ka fredy lagi. Aeni pergi [yess! Lho?!], saya langsung bilang ke temen-temen saya itu buat nemenin saya makan, setelah itu saya gak mau diganggu. Tapi...
LaLaLaLaLaaa [pake gaya ade pas cerita]
Satu jam berlalu..
Aeni sms : ‘ta jangan lupa belajar!’
[pura-pura gak nerima sms]
Dua jam berlalu..
Hampir tiga jam berlalu..
[Nahan diri buat main emang susah banget]
Nyeseeekkkk, jam 9 malem baru sampe camp, langsung ngurung diri beberapa menit, keluar kamar minta buatin soal sama miss iis, trus masuk kamar lagi, jam 11 ketiduran [sengaja tidur lebih tepatnya]. Luckily, jam 4 pagi kebangun, insyaf langsung belajar sampe jam 7. Langsung ketemu Mr andre, kepikiran disana bakal kesepian karna cuma berdua doang sama teh Mika. Pram n ade dateng buat jadi cheer leader.
giliran saya, teh mika, n dua orang lain yang baru dikenal beberapa menit. Saya, gak lama dikasih soal, langsuuung selesai, dan pasti ada yang salah [kepikiran kata-kata mama: lulus dulu, baru pulang ke semarang, hadduh --‘. Rejeki emang dateng dari mana-mana, ada aja jalannya yang bikin saya lulus [maaf, untuk yang ini cerita saya sensor]
oia,  cheer leader-nya ga cuma pram n ade, ada teh dara, tika, inka, n iqbal. Nan jauh disana, teman saya ka Siska n Daniel lagi berjuang melawan ujian writting. Berasa nyawa saya hari itu di tangan mr andre, pas tau lulus, langsung mau pulang bawaannya..

detik-detik kepulangan..
janjian ketemuan sama Pram n Ade [lagi] di al amin buat mengantarkan kepulangan saya, bener-bener di anterlah, aduhh, gak nyangka banget sama mereka berdua, bener-bener di anter sampe bandara kediri, kita bertiga ga ada yang bisa nawar dan semuanya sama-sama limited money, tapi semuanya juga sok sok-an punya duit, dasar bocah-bocah jaman sekarang. Naik becak, tawaran sekali oke, lanjut naik angkot yang awalnya ga mau di booked, tapi malah jadi di booked, dari tawaran awal, Cuma turun 5 ribu, ah benar-benar payah sekali.
Sampe di bandara, langsung nyari gerbong kosong, [padahal udah dibilangin duduknya di gerbong tiga, semuanya masa bodo, sampai akhirnya saya harus 3 kali pindah tempat duduk, karna setelah saya berjam-jam duduk di gerbong 3, tempat duduk 16 c, ternyata di tiket tertulis gerbong 2, arrggh!]
Well, hari itu berasa harinya saya, pram, n ade, makasi yaa. The last action at the last meeting :))

-to be continued-
Read more →