Saturday, March 5, 2011

episode lepas pare : LOUDSPEAKER

,
Saya bukan mau menceritakan apa itu pengertian loudspeaker, kegunaannya, ataupun sejarahnya. Tapi saya akan menceritakan kisah saya tadi malem mengenai loudspeaker, menyedihkan!


Singkat saja, sudah dari beberapa hari yang lalu saya berencana menelpon teman lama saya nan jauh disana [baca: Pare], hanya sekedar untuk bertegur sapa dan menanyakan bagaimana kabar Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B yang masih menetap. Tapi hal itu berujung kesengsaraan buat saya, kesalahan dari seonggok manusia, sebut saja namanya ADHE. 
 Jelas sekali bahwa saya murni 100 % korban kebodohan adhe. Malam itu, diawali dengan keceriaan, ketawaan, dan lain sebagainya. Teman-teman Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B melanjutkan karir sebagai student Basic Program 2 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas Privatnya Mr. Fuddin. Hanya sembilan orang, rame, dan ada satu anak baru bernama silvi [yang di bawa iqbal] dari Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas A. Sinusitis Ka Fredy kambuh. Iin harus tetap melanjutkan kedokteran walaupun dia sudah punya kelas di Farmasi. Ka Siska dan Danil pindah dari BP 2 ke kelas privat. Mr Fuddin semakin ganteng. Dan Pare semakin sepi.

Berlanjut ke LOUDSEAKER

Entah, hampir satu jam mungkin saya bercuap-cuap dengan suara cempreng dan nyaring, bukan Anak-Anak Basic Program 1 Elfast Periode 25 Januari 2011 Kelas B lagi yang saya bicarakan, tapi sudah berujung ke hal-hal pribadi, masa lalu. Suddenly, saya mendengar ‘tenang, disini masih ada dua cowo berkualitas ko.’ Apa-apaan ini? Suara makhluk apa itu? Bagaimana sambungan udara bisa menghasilkan suara lain selain suara saya dan adhe, teknologi macam apa lagi yang diciptakan. Saya langsung speechless. Adhe bilang ‘lho ta, handphone aku kan kalo nelpon harus loudspeaker, kamu udah tau kan? Udah lama ko, dari jaman kita ke Blitar juga udah gini.’

[suara halilintar]

Semakin speechless
Mencoba untuk berkata-kata lagi, ingin rasanya mengeluarkan semua kata yang berasal dari teman-teman adhe di kebun binatang, tapi saya tahan.

Saya mulai protes ‘3%&$(7#$fkj52GH9+!@#$%^&*())*(rd^**’$UG$UG455%^’

Adhe cuma minta maaf berkali-kali, tapi ah, sudahlah, untung kami [saya dan pendengar figuran] tidak saling kenal. Setelah itu, adhe pindah tempat ke kamar mandi dan lanjut ke tangga, yang pasti menjauh dari dua onggok manusia tadi. Mulai sekarang saya harus berhati-hati jika berbicara dengan adhe, memastikan komunikasi kita akan berjalan lancar, dan adhe juga berjanji lain kali dia akan meminjam handphone orang lain saat kita telepon-teleponan lagi.

*TerimakasihAdheTelahMembuatSayaBenar-BenarMalu*

0 comments to “episode lepas pare : LOUDSPEAKER”